20 Contoh Dialog Bahasa Inggris Sehari-hari dan Artinya

Pembelajar Indonesia berlatih dialog bahasa Inggris bersama tutor privat dalam sesi percakapan one-on-one.

Menghafal banyak kosakata belum tentu membuat Anda langsung lancar berbicara. Kesulitan biasanya muncul ketika Anda harus menyusun kata menjadi respons yang natural, memilih ungkapan yang sopan, atau melanjutkan percakapan setelah lawan bicara menjawab.

Contoh dialog bahasa Inggris sehari-hari berikut dibuat berdasarkan situasi yang sering ditemui, mulai dari berkenalan, membuat janji, memesan makanan, hingga meminta seseorang mengulang perkataannya. Sebagian besar menggunakan bahasa Inggris tingkat pemula A1 hingga A2, sehingga kalimatnya relatif singkat dan mudah dipraktikkan.

Jangan hanya menghafalkan dialog secara utuh. Perhatikan pola kalimat yang digunakan, lalu ganti nama, tempat, waktu, makanan, atau informasi lainnya sesuai dengan situasi Anda.

1. Menyapa Teman dan Menanyakan Kabar

A: Hi, Rina. How are you?
B: I’m good, thanks. How about you?
A: I’m fine. Just a bit tired.
B: Long day?
A: Yeah, very long.

Artinya:

A: Hai, Rina. Apa kabar?
B: Aku baik, terima kasih. Bagaimana denganmu?
A: Aku baik. Hanya sedikit lelah.
B: Harimu melelahkan?
A: Iya, sangat melelahkan.

Ungkapan How about you? dapat digunakan untuk mengembalikan pertanyaan yang sama kepada lawan bicara.

2. Memperkenalkan Diri kepada Orang Baru

A: Hi, I’m Dimas. I don’t think we’ve met.
B: Nice to meet you, Dimas. I’m Sarah.
A: Nice to meet you too. Are you new here?
B: Yes, it’s my first day.

Artinya:

A: Hai, saya Dimas. Sepertinya kita belum pernah bertemu.
B: Senang bertemu denganmu, Dimas. Saya Sarah.
A: Senang bertemu denganmu juga. Apakah kamu baru di sini?
B: Iya, ini hari pertama saya.

Kalimat I don’t think we’ve met terdengar lebih sopan dan natural daripada langsung bertanya, Who are you?

3. Menunjukkan Ketertarikan pada Cerita Orang Lain

A: I started learning the guitar last month.
B: Really? How’s it going?
A: It’s difficult, but I enjoy it.
B: That’s great. Keep going!

Artinya:

A: Saya mulai belajar gitar bulan lalu.
B: Benarkah? Bagaimana perkembangannya?
A: Sulit, tetapi saya menikmatinya.
B: Bagus sekali. Teruskan!

Respons pendek seperti Really?, That’s great, dan How’s it going? menunjukkan bahwa Anda tertarik pada cerita lawan bicara. Respons seperti ini juga membantu percakapan tetap mengalir.

4. Menanyakan Rencana dan Mengajak Teman

A: What are you doing this weekend?
B: I’m visiting my parents. Why?
A: I’m planning to have lunch on Sunday. Would you like to join me?
B: Sure. What time?
A: Around twelve.
B: Sounds good.

Artinya:

A: Apa yang akan kamu lakukan akhir pekan ini?
B: Saya akan mengunjungi orang tua saya. Kenapa?
A: Saya berencana makan siang pada hari Minggu. Apakah kamu mau ikut?
B: Tentu. Jam berapa?
A: Sekitar pukul dua belas.
B: Baik, saya setuju.

Would you like to join me? merupakan cara yang sopan dan natural untuk mengajak seseorang.

5. Menolak Ajakan dengan Sopan

A: Are you free tonight?
B: I’m sorry, I can’t. I have to finish some work.
A: No problem. Maybe another day?
B: Definitely. How about Saturday?

Artinya:

A: Apakah kamu punya waktu malam ini?
B: Maaf, saya tidak bisa. Saya harus menyelesaikan pekerjaan.
A: Tidak masalah. Mungkin lain hari?
B: Tentu. Bagaimana kalau hari Sabtu?

Anda tidak perlu memberikan alasan yang panjang saat menolak ajakan. Ungkapan I’m sorry, I can’t sudah cukup sopan, terutama jika dilanjutkan dengan usulan waktu lain.

6. Meminta Bantuan di Kelas

A: Could you help me with this question?
B: Sure. Which part don’t you understand?
A: This part here.
B: Okay, let’s look at it together.

Artinya:

A: Bisakah kamu membantu saya mengerjakan soal ini?
B: Tentu. Bagian mana yang tidak kamu pahami?
A: Bagian yang ini.
B: Baik, mari kita lihat bersama-sama.

Could you help me? terdengar lebih sopan daripada perintah langsung seperti Help me.

7. Meminta Izin kepada Guru

A: Excuse me, may I leave the room for a moment?
B: Yes, of course.
A: Thank you. I’ll be back soon.
B: All right.

Artinya:

A: Permisi, bolehkah saya keluar ruangan sebentar?
B: Ya, tentu.
A: Terima kasih. Saya akan segera kembali.
B: Baik.

May I…? umum digunakan untuk meminta izin dalam situasi yang lebih formal, misalnya saat berbicara dengan guru.

8. Meminta Seseorang Mengulang Perkataannya

A: The meeting starts at nine tomorrow.
B: Sorry, could you say that again?
A: Of course. The meeting starts at nine.
B: At nine, right?
A: That’s right.

Artinya:

A: Rapatnya dimulai pukul sembilan besok.
B: Maaf, bisakah Anda mengatakannya sekali lagi?
A: Tentu. Rapatnya dimulai pukul sembilan.
B: Pukul sembilan, benar?
A: Benar.

Daripada hanya mengatakan What?, gunakan Could you say that again? agar terdengar lebih sopan.

9. Meminta Lawan Bicara Berbicara Lebih Pelan

A: You need to complete this form and take it to the front desk.
B: Sorry, could you speak a little more slowly?
A: Sure. Is this better?
B: Yes, much better. Thank you.

Artinya:

A: Anda perlu mengisi formulir ini dan membawanya ke meja depan.
B: Maaf, bisakah Anda berbicara sedikit lebih pelan?
A: Tentu. Apakah seperti ini lebih baik?
B: Ya, jauh lebih baik. Terima kasih.

Ungkapan ini berguna ketika lawan bicara berbicara terlalu cepat atau menggunakan aksen yang belum familier bagi Anda.

10. Menanyakan Arah

A: Excuse me, how do I get to the train station?
B: Go straight, then turn left at the traffic lights.
A: Is it far from here?
B: No, it’s about a five-minute walk.
A: Thank you.

Artinya:

A: Permisi, bagaimana cara menuju stasiun kereta?
B: Jalan lurus, lalu belok kiri di lampu lalu lintas.
A: Apakah jauh dari sini?
B: Tidak, sekitar lima menit berjalan kaki.
A: Terima kasih.

Awali pertanyaan kepada orang asing dengan Excuse me agar terdengar lebih sopan.

11. Bertemu Pengemudi di Titik Penjemputan

A: Are you near the main entrance?
B: Yes, I’m waiting next to the security desk.
A: What are you wearing?
B: I’m wearing a blue jacket.
A: Okay, I see you now.

Artinya:

A: Apakah Anda berada di dekat pintu masuk utama?
B: Ya, saya menunggu di sebelah meja keamanan.
A: Anda memakai baju apa?
B: Saya memakai jaket biru.
A: Baik, sekarang saya melihat Anda.

Untuk menjelaskan lokasi, Anda dapat menggunakan pola I’m waiting next to…, in front of…, atau across from….

12. Memesan Minuman di Kafe

A: Could I have a medium latte, please?
B: Sure. Would you like it hot or iced?
A: Iced, please.
B: Anything else?
A: No, that’s all. Thank you.

Artinya:

A: Bolehkah saya memesan latte ukuran sedang?
B: Tentu. Apakah Anda ingin yang panas atau dingin?
A: Dingin, tolong.
B: Ada lagi?
A: Tidak, itu saja. Terima kasih.

Could I have…? merupakan cara yang lebih sopan untuk memesan daripada mengatakan Give me….

13. Memesan Makanan di Restoran

A: Are you ready to order?
B: Yes. I’d like the chicken rice, please.
A: Would you like a drink?
B: Just water, please.
A: Certainly.

Artinya:

A: Apakah Anda siap memesan?
B: Ya. Saya ingin nasi ayam.
A: Apakah Anda ingin minuman?
B: Air putih saja.
A: Tentu.

I’d like… merupakan bentuk singkat dari I would like…. Ungkapan ini umum digunakan ketika memesan makanan atau meminta layanan.

14. Mencoba Pakaian di Toko

A: Excuse me, can I try this shirt on?
B: Of course. The changing room is over there.
A: Do you have this in a larger size?
B: Let me check for you.

Artinya:

A: Permisi, bolehkah saya mencoba kemeja ini?
B: Tentu. Ruang gantinya ada di sana.
A: Apakah ada ukuran yang lebih besar?
B: Saya cek dulu.

Try something on berarti mencoba pakaian untuk melihat apakah ukuran atau modelnya cocok.

15. Menanyakan Harga dan Metode Pembayaran

A: How much is this notebook?
B: It’s fifty thousand rupiah.
A: Can I pay by card?
B: Yes, you can. We also accept QR payments.
A: Great, thank you.

Artinya:

A: Berapa harga buku catatan ini?
B: Harganya lima puluh ribu rupiah.
A: Apakah saya bisa membayar dengan kartu?
B: Ya, bisa. Kami juga menerima pembayaran melalui QR.
A: Baik, terima kasih.

Selain How much is this?, Anda dapat menggunakan How much does this cost? untuk menanyakan harga.

16. Meninggalkan Pesan melalui Telepon

A: Hello, could I speak to Mr Brown, please?
B: I’m sorry, he’s in a meeting.
A: Could you ask him to call me back?
B: Of course. May I have your name?
A: It’s Andi Pratama.

Artinya:

A: Halo, bisakah saya berbicara dengan Pak Brown?
B: Maaf, beliau sedang rapat.
A: Bisakah Anda memintanya menelepon saya kembali?
B: Tentu. Boleh saya mengetahui nama Anda?
A: Nama saya Andi Pratama.

Call me back berarti menelepon kembali, sedangkan leave a message berarti meninggalkan pesan.

17. Meminta Rekan Kerja Mengirimkan Dokumen

A: Could you send me the file before lunch?
B: Sure. I’ll send it by eleven.
A: Thanks. Let me know if you need anything.
B: Will do.

Artinya:

A: Bisakah Anda mengirimkan berkasnya sebelum makan siang?
B: Tentu. Saya akan mengirimkannya paling lambat pukul sebelas.
A: Terima kasih. Beri tahu saya jika Anda membutuhkan sesuatu.
B: Baik.

By eleven berarti paling lambat pukul sebelas, bukan harus tepat pada pukul tersebut.

18. Mengubah Jadwal Pertemuan

A: Could we move our meeting to Friday?
B: Friday works for me. What time?
A: How about two in the afternoon?
B: That’s fine. I’ll update the calendar.

Artinya:

A: Bisakah kita memindahkan pertemuan ke hari Jumat?
B: Hari Jumat cocok untuk saya. Jam berapa?
A: Bagaimana kalau pukul dua siang?
B: Baik. Saya akan memperbarui kalender.

Works for me berarti waktu atau pilihan tersebut cocok bagi pembicara.

19. Meminta Maaf karena Terlambat

A: I’m sorry I’m late. The traffic was really bad.
B: No worries. We haven’t started yet.
A: Thanks for waiting.
B: It’s okay. Let’s begin.

Artinya:

A: Maaf saya terlambat. Lalu lintasnya sangat macet.
B: Tidak apa-apa. Kami belum mulai.
A: Terima kasih sudah menunggu.
B: Tidak masalah. Mari kita mulai.

Dalam konteks ini, No worries berarti “tidak apa-apa”, bukan “jangan khawatir” secara harfiah.

20. Mengakhiri Percakapan dengan Sopan

A: I should get going.
B: Okay. It was nice talking to you.
A: You too. See you tomorrow.
B: See you. Take care!

Artinya:

A: Saya harus pergi sekarang.
B: Baik. Senang berbicara denganmu.
A: Saya juga. Sampai jumpa besok.
B: Sampai jumpa. Hati-hati!

I should get going merupakan cara yang natural untuk mengakhiri percakapan tanpa terdengar tiba-tiba.

Pola Kalimat yang Bisa Digunakan Kembali

Anda tidak perlu menghafalkan semua dialog kata demi kata. Beberapa pola berikut dapat digunakan dalam berbagai situasi.

Pola Bahasa InggrisFungsiArti dalam Konteks
How about you?Mengembalikan pertanyaanBagaimana dengan Anda?
Would you like to…?Menawarkan atau mengajakApakah Anda mau…?
Could you help me?Meminta bantuan dengan sopanBisakah Anda membantu saya?
Could I have…?Memesan atau meminta sesuatuBolehkah saya meminta…?
Could you say that again?Meminta pengulanganBisakah Anda mengulanginya?
Do you mean…?Memastikan maksudMaksud Anda…?
Sounds goodMenyetujui rencanaKedengarannya bagus atau saya setuju
Let me checkMeminta waktu untuk memeriksaSaya cek dulu
Works for meMenyatakan kecocokanCocok bagi saya
I should get goingMengakhiri percakapanSaya harus pergi sekarang

Terjemahan sebuah ungkapan dapat berubah sesuai konteks. Sebagai contoh, Sounds good tidak selalu perlu diterjemahkan secara harfiah menjadi “terdengar bagus”. Dalam percakapan tentang jadwal, ungkapan tersebut lebih natural jika diterjemahkan menjadi “baik” atau “saya setuju”.

Cara Berlatih Menggunakan Dialog Bahasa Inggris

Membaca contoh dialog membantu Anda mengenali pola percakapan. Agar dapat menggunakan pola tersebut saat berbicara, Anda perlu melatihnya secara aktif.

Mulailah dengan membaca dialog sambil memahami artinya. Setelah itu, ucapkan setiap kalimat dengan suara keras dan perhatikan penggunaan bentuk singkat seperti I’m, I’ll, we’ve, dan don’t, yang umum dipakai dalam bahasa Inggris lisan.

Selanjutnya, lakukan role-play bersama teman atau tutor. Tukar peran setelah satu putaran agar Anda terbiasa mengajukan pertanyaan sekaligus memberikan respons.

Setelah dialog dasar mulai terasa nyaman, ubah beberapa informasi di dalamnya. Ganti waktu, tempat, nama orang, produk, atau tujuan percakapan. Anda juga dapat menambahkan satu pertanyaan lanjutan agar percakapan tidak berhenti setelah respons pertama.

Sebagai contoh, setelah seseorang mengatakan, “I’m visiting my parents,” Anda dapat melanjutkan dengan, “Where do they live?” atau “How often do you visit them?”

Latih Dialog, Bukan Sekadar Menghafalkannya

Dialog bahasa Inggris sehari-hari memberikan gambaran tentang cara sebuah percakapan dimulai, dilanjutkan, dan diakhiri. Tujuannya bukan mengingat setiap baris, melainkan mampu menyesuaikan pola kalimat dengan situasi yang sedang Anda hadapi.

Pilih tiga atau empat dialog yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda, lalu praktikkan secara rutin. Latihan bersama tutor dapat membantu Anda memperbaiki pengucapan, belajar memahami respons secara langsung, dan mengetahui bagian mana yang masih terdengar kurang natural.

Daftar dialog ini juga dapat digunakan sebagai bahan latihan percakapan one-on-one bersama EnglishWithStu.

Referensi


Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top