Banyak pemula sudah mempelajari kosakata dan tata bahasa, tetapi masih kesulitan ketika harus berbicara. Masalahnya biasanya bukan karena kurang pintar atau tidak berbakat. Saat speaking, Anda harus mengambil kata dari ingatan, menyusun respons, mengucapkannya dengan jelas, dan memahami lawan bicara dalam waktu yang hampir bersamaan.
Karena itu, kemampuan speaking tidak cukup dilatih hanya dengan membaca buku, mengerjakan soal grammar, atau menonton video. Anda perlu latihan yang membuat bahasa Inggris benar-benar digunakan secara lisan, meskipun pada awalnya kalimat masih pendek, lambat, dan sering salah.
Target awalnya pun tidak perlu langsung “fasih seperti native speaker”. Bagi pemula, kemajuan yang lebih realistis adalah mampu memperkenalkan diri, menjawab pertanyaan sederhana, membicarakan kegiatan sehari-hari, meminta lawan bicara mengulang, dan mempertahankan percakapan singkat tanpa menerjemahkan setiap kata.
Mengapa Speaking Terasa Lebih Sulit?
Speaking adalah kemampuan produktif. Anda tidak hanya menerima informasi, tetapi juga harus menghasilkan bahasa secara langsung. Kosakata yang mudah dikenali ketika membaca belum tentu bisa segera digunakan saat berbicara.
Menurut kerangka CEFR, pembelajar level A1 masih menggunakan ungkapan dasar dan membutuhkan lawan bicara yang berbicara perlahan. Pada level A2, pembelajar mulai dapat bertukar informasi sederhana tentang keluarga, pekerjaan, belanja, lokasi, dan kebutuhan sehari-hari.
Artinya, jeda, kalimat pendek, pengulangan, dan kesalahan struktur masih wajar bagi pemula. Fokus pertama bukan berbicara tanpa kesalahan, melainkan menyampaikan pesan dengan cukup jelas agar percakapan tetap berjalan.
Berikut beberapa cara meningkatkan speaking bahasa Inggris yang dapat diterapkan secara bertahap.
15 Cara Meningkatkan Speaking Bahasa Inggris
Tentukan Situasi Percakapan yang Ingin Dikuasai
Jangan memulai dengan target yang terlalu luas seperti “saya ingin lancar bahasa Inggris”. Pilih situasi yang jelas, misalnya memperkenalkan diri, memesan makanan, berbicara dengan pelanggan, mengikuti wawancara kerja, atau mengobrol santai dengan teman.
Target yang spesifik memudahkan Anda memilih kosakata dan pola kalimat yang relevan. Progres juga dapat dinilai berdasarkan kemampuan nyata, bukan sekadar dari lamanya waktu belajar.
Sebagai contoh, target pada minggu pertama bisa berupa mampu berbicara selama satu menit tentang pekerjaan atau kegiatan sehari-hari tanpa membaca teks lengkap.
Pelajari Frasa, Bukan Hanya Kata Tunggal
Menghafal kata seperti repeat, understand, dan mean belum tentu banyak membantu ketika percakapan berlangsung cepat. Akan lebih berguna jika Anda mempelajari frasa lengkap seperti:
- “Could you repeat that, please?”
- “I’m not sure I understand.”
- “What does this word mean?”
- “Give me a moment to think.”
- “How about you?”
Frasa yang sering digunakan dapat tersimpan sebagai satu kesatuan sehingga lebih mudah diingat saat berbicara. Anda tidak perlu menyusun setiap kalimat dari awal.
Pelajari juga pola yang dapat diubah, misalnya “I usually ___ after work” atau “I would like to ___”. Satu pola dapat digunakan untuk membuat banyak kalimat berbeda.
Dengarkan Percakapan yang Sesuai dengan Level Anda
Materi audio yang terlalu cepat atau rumit dapat membuat pemula hanya mendengar rangkaian suara tanpa memahami pola bahasanya. Pilih percakapan pendek dengan topik yang familier, suara yang jelas, dan transkrip yang dapat diperiksa.
Dengarkan pertama kali untuk memahami situasinya. Setelah itu, putar kembali sambil memperhatikan cara penutur mengucapkan frasa, memberi tekanan pada kata tertentu, dan menyambungkan beberapa kata.
Anda tidak harus memahami setiap kata. Fokuslah pada frasa yang benar-benar dapat digunakan dalam percakapan Anda sendiri.
Gunakan Teknik Listen and Repeat
Pilih satu atau dua kalimat pendek dari audio, dengarkan dengan saksama, lalu ulangi. Cobalah meniru ritme, tekanan kata, intonasi, dan jedanya, bukan hanya membaca setiap kata secara terpisah.
Latihan ini membantu mulut terbiasa menghasilkan kombinasi bunyi dalam bahasa Inggris. Namun, jangan berhenti pada tahap meniru.
Setelah beberapa kali mengulang, ubah sebagian kalimat dengan informasi pribadi. Misalnya, kalimat “I usually go to the gym after work” dapat diubah menjadi “I usually study English after work.”
Coba Shadowing dengan Materi Pendek
Dalam teknik shadowing, Anda menirukan audio hampir bersamaan dengan penuturnya. Latihan ini dapat membantu melatih ritme, intonasi, penyambungan kata, dan kemampuan mengikuti kecepatan ucapan.
Untuk pemula, gunakan audio yang sangat pendek. Jangan langsung memaksakan diri mengikuti kecepatan penutur asli. Dengarkan beberapa kali, pahami artinya, baca transkrip, lalu mulai menirukan.
Shadowing terutama melatih kontrol bunyi dan ritme. Teknik ini belum sepenuhnya melatih speaking spontan karena kalimatnya sudah tersedia. Setelah selesai, tutup transkrip dan coba jelaskan kembali isi audio dengan kata-kata sendiri.
Berbicara Sendiri Setiap Hari
Self-talk dapat menjadi pilihan ketika Anda belum memiliki teman latihan. Ceritakan apa yang sedang dilakukan, apa yang dilihat, atau apa yang akan dikerjakan selanjutnya.
Contohnya:
“I’m making coffee now. After this, I need to reply to some messages. Then I will start working.”
Tidak masalah jika kalimatnya masih sederhana. Tujuan latihan ini adalah membiasakan otak mengambil bahasa Inggris dari ingatan tanpa harus menunggu pertanyaan dari orang lain.
Mulailah dengan satu atau dua menit. Ketika tidak mengetahui suatu kata, jangan langsung berhenti. Coba jelaskan maksudnya dengan kata yang lebih sederhana, lalu cari kosakata yang dibutuhkan setelah latihan selesai.
Latih Satu Topik Beberapa Kali
Pemula sering berpindah ke topik baru sebelum benar-benar menguasai topik sebelumnya. Padahal, mengulang tugas speaking yang sama dapat mengurangi beban memikirkan isi. Anda pun bisa lebih memperhatikan pilihan kata, susunan kalimat, dan kelancaran.
Pilih satu topik, misalnya “My Daily Routine”. Bicaralah selama satu menit, catat bagian yang terasa sulit, pelajari beberapa frasa yang dibutuhkan, lalu coba kembali.
Pada percobaan kedua atau ketiga, Anda biasanya dapat menyampaikan isi yang sama dengan lebih teratur dan lebih sedikit jeda panjang. Ini bukan berarti menghafal teks secara kaku, tetapi memperkuat kemampuan menyampaikan ide yang sudah dikenal.
Rekam Suara Anda
Ketika berbicara, Anda mungkin terlalu sibuk memikirkan kata berikutnya sehingga tidak menyadari pelafalan, jeda, atau kalimat yang terputus. Rekaman membantu Anda mendengarkan kembali ucapan sendiri dengan lebih teliti.
Jangan mencoba memperbaiki semua masalah sekaligus. Pilih satu fokus untuk setiap rekaman, misalnya:
- Apakah suara saya cukup jelas?
- Apakah terlalu banyak jeda panjang?
- Apakah saya menyelesaikan setiap kalimat?
- Apakah kata kerja yang digunakan sudah sesuai?
- Apakah intonasinya terdengar terlalu datar?
Setelah menemukan masalah, perbaiki satu atau dua kalimat dan rekam kembali. Simpan beberapa rekaman agar Anda dapat membandingkan perkembangan dari waktu ke waktu.
Fokus pada Pelafalan yang Mudah Dipahami
Tujuan pronunciation bukan menghilangkan aksen Indonesia atau membuat Anda terdengar sama persis dengan penutur Inggris maupun Amerika. Target yang lebih penting adalah membuat ucapan mudah dipahami.
Sebagian pembelajar Indonesia mengalami kesulitan pada bunyi yang tidak memiliki padanan langsung dalam bahasa Indonesia, seperti /v/, /θ/, dan /ð/. Konsonan di akhir kata, pasangan vokal tertentu, dan rangkaian beberapa konsonan juga dapat menimbulkan kesulitan.
Namun, masalah pelafalan setiap orang berbeda. Jangan melatih semua bunyi sekaligus. Temukan kata yang sering sulit dipahami, dengarkan contoh audionya, perhatikan posisi tekanan kata, lalu ucapkan kata tersebut dalam kalimat.
Gunakan Kamus yang Menyediakan Audio
Kamus dengan audio membantu Anda memeriksa pengucapan kata, tekanan suku kata, serta perbedaan pelafalan British dan American English. Dengarkan kata tersebut beberapa kali, lalu tirukan tanpa melihat ejaannya.
Setelah itu, gunakan kata tersebut dalam satu kalimat. Mengucapkan kata secara terpisah belum tentu membuat Anda mampu menggunakannya dengan lancar dalam percakapan.
Anda juga tidak harus memilih satu aksen secara ketat sejak awal. Yang lebih penting adalah berbicara secara konsisten dan jelas, sekaligus membiasakan diri memahami variasi pelafalan yang umum.
Siapkan Kalimat untuk Mengatasi Kebuntuan
Percakapan tidak selalu berhenti karena Anda tidak memahami topiknya. Kadang-kadang Anda hanya membutuhkan waktu untuk berpikir atau belum menangkap satu bagian ucapan.
Pelajari beberapa kalimat yang dapat membantu menjaga percakapan tetap berjalan, seperti:
- “Could you say that again?”
- “Could you speak more slowly?”
- “Let me think for a moment.”
- “Do you mean…?”
- “I don’t know the exact word, but…”
- “How do you say this in English?”
Meminta klarifikasi merupakan bagian dari kemampuan speaking, bukan tanda bahwa bahasa Inggris Anda buruk. Dalam percakapan sehari-hari, penutur juga sering meminta pengulangan, mengoreksi ucapannya sendiri, atau menjelaskan maksud dengan cara lain.
Cari Partner yang Mendukung
Partner speaking yang baik tidak harus selalu seorang native speaker. Yang lebih penting, partner tersebut bersedia memberi waktu untuk berpikir, mendengarkan sampai selesai, dan tidak mengoreksi setiap kesalahan di tengah kalimat.
Tentukan aturan latihan sebelum mulai. Misalnya, berbicara selama sepuluh menit tanpa koreksi, kemudian membahas dua atau tiga kesalahan utama setelah percakapan selesai.
Anda juga dapat menentukan satu topik dan menyiapkan beberapa pertanyaan sebelum sesi. Persiapan ini membantu pemula merasa lebih tenang tanpa menghilangkan unsur spontan dalam percakapan.
Gunakan Role-Play
Role-play membuat latihan terasa lebih dekat dengan kebutuhan nyata. Anda dapat berlatih menjadi pelanggan di restoran, peserta wawancara, karyawan yang berbicara dengan atasan, pasien yang menjelaskan keluhan, atau wisatawan yang meminta petunjuk.
Tentukan tujuan untuk setiap percakapan. Dalam role-play di restoran, misalnya, Anda harus mampu memesan makanan, menanyakan bahan tertentu, dan meminta tagihan.
Setelah selesai, periksa apakah tujuan komunikasinya tercapai. Jangan hanya menilai grammar. Perhatikan juga apakah Anda mampu merespons pertanyaan, meminta klarifikasi, dan mempertahankan percakapan.
Gunakan AI dan Aplikasi Speaking secara Terarah
Chatbot suara dan aplikasi speaking dapat membantu ketika Anda tidak memiliki partner atau belum percaya diri berbicara dengan orang lain. Alat tersebut dapat digunakan untuk role-play, latihan menjawab pertanyaan, atau mengulang pelafalan.
Berikan instruksi yang spesifik, misalnya:
“Act as a friendly café employee. Use A1-A2 English, speak slowly, ask one question at a time, and give me only two corrections after the conversation.”
Meski praktis, koreksi otomatis tidak selalu akurat, terutama dalam menilai aksen, kelancaran alami, dan konteks percakapan. Gunakan AI untuk menambah waktu latihan, tetapi jangan menjadikannya satu-satunya sumber penilaian.
Dapatkan Feedback yang Spesifik
Latihan mandiri membantu membangun kebiasaan, tetapi pembelajar sering tidak mengetahui kesalahan mana yang paling mengganggu komunikasi. Feedback dari tutor atau pengajar dapat membantu menentukan hal yang perlu diperbaiki terlebih dahulu.
Feedback yang baik tidak hanya menyebutkan bahwa sebuah kalimat salah. Pengajar sebaiknya menjelaskan bentuk yang lebih tepat, alasan perbaikannya, dan memberi kesempatan kepada Anda untuk mengucapkan ulang kalimat tersebut.
Tutor yang memahami pola kesulitan penutur Indonesia juga dapat membantu membedakan kesalahan kecil dari masalah yang benar-benar membuat ucapan sulit dipahami.
Di EnglishWithStu, sesi dapat disesuaikan dengan kebutuhan seperti conversational English, pronunciation, business English, atau persiapan IELTS. Pembelajaran dilakukan secara personal bersama Stu, tutor native UK bersertifikat CELTA dengan pengalaman mengajar lebih dari 15 tahun di Indonesia. Kelas tersedia secara online melalui Google Meet dan secara offline di Surabaya.
Cara Mengetahui Speaking Anda Sudah Meningkat
Jangan hanya mengukur perkembangan dari jumlah kosakata yang dihafal atau lamanya waktu belajar. Gunakan tugas speaking yang sama setiap beberapa minggu, lalu bandingkan hasilnya.
Beberapa indikator yang dapat diperhatikan antara lain:
- Mampu berbicara selama 60 sampai 90 detik tentang topik yang dikenal.
- Tidak terlalu sering berhenti untuk mencari kata.
- Mampu menjawab satu atau dua pertanyaan lanjutan.
- Mampu meminta pengulangan atau klarifikasi.
- Mampu memperbaiki kesalahan tanpa menghentikan percakapan.
- Menggunakan lebih banyak frasa lengkap dan tidak selalu menerjemahkan kata per kata.
- Ucapan lebih mudah dipahami meskipun aksen masih terdengar.
Kerangka CEFR menilai kemampuan berbicara berdasarkan jangkauan bahasa, ketepatan, kelancaran, interaksi, dan keteraturan penyampaian. Karena itu, berbicara lebih cepat bukan satu-satunya tanda kemajuan.
Seseorang dapat berbicara dengan cepat tetapi sulit dipahami. Sebaliknya, pembelajar yang berbicara sedikit lebih lambat tetap dapat berkomunikasi dengan baik jika susunan idenya jelas dan mampu merespons lawan bicara.
Kesalahan yang Sering Menghambat Kemajuan
Kesalahan pertama adalah menunggu grammar sempurna sebelum mulai berbicara. Grammar tetap perlu dipelajari, tetapi memahami teori tidak otomatis membuat Anda mampu menggunakannya dalam percakapan.
Kesalahan berikutnya adalah hanya melakukan aktivitas pasif. Menonton film dan mendengarkan podcast memang memberi input, tetapi perlu diikuti kegiatan seperti menirukan ucapan, menjawab pertanyaan, menceritakan ulang, atau membuat kalimat sendiri.
Pemula juga sering mengganti metode terlalu cepat. Mereka mencoba aplikasi selama beberapa hari, berpindah ke video, lalu membeli materi baru tanpa mengulang latihan yang sama secara konsisten.
Kesalahan lainnya adalah mengoreksi terlalu banyak hal dalam satu sesi. Jika setiap kalimat dianggap gagal hanya karena mengandung satu kesalahan, rasa takut berbicara dapat semakin kuat. Pilih satu atau dua fokus dalam setiap latihan dan tetap jadikan komunikasi sebagai tujuan utama.
Mulai dari Latihan yang Paling Sesuai
Tidak semua pemula menghadapi masalah yang sama. Karena itu, pilih latihan berdasarkan hambatan utama Anda.
Jika sering kehabisan kata, fokuslah pada frasa dan pola kalimat. Jika memahami bahasa Inggris tetapi lambat menjawab, gunakan latihan pengulangan topik. Jika ucapan sering tidak dipahami, prioritaskan pronunciation dan word stress.
Jika takut berbicara di depan orang lain, mulailah dari self-talk dan rekaman pribadi sebelum berlatih dengan partner. Jika tidak memiliki lingkungan berbahasa Inggris, gunakan role-play, komunitas daring, atau chatbot suara untuk menambah kesempatan berbicara.
Speaking berkembang ketika Anda menggabungkan input yang mudah dipahami, latihan pengucapan, produksi bahasa secara mandiri, interaksi, dan feedback. Latihan singkat yang dilakukan secara konsisten biasanya lebih berguna daripada sesi panjang yang hanya dilakukan sesekali.
Referensi
- Common European Framework of Reference for Languages: Global Scale
- CEFR Qualitative Aspects of Spoken Language Use
- British Council LearnEnglish Speaking Resources
- British Council: Tips for English Language Beginners
- Cambridge English: Pronunciation and Intelligibility
- Cambridge University Press: Task Repetition and Second Language Speech Processing
- Language Learning & Technology: Review of Language-Learning Chatbots
- EF English Proficiency Index: Indonesia

