Materi Bahasa Inggris untuk anak SD sebaiknya tidak diberikan sebagai daftar kosakata yang harus dihafalkan sekaligus. Anak perlu belajar secara bertahap, mulai dari memahami instruksi sederhana dan menyebutkan benda di sekitarnya hingga melakukan percakapan singkat, membaca teks pendek, dan menulis beberapa kalimat tentang pengalaman sehari-hari.
Urutan materi juga tidak selalu harus mengikuti jenjang kelas secara kaku. Dua anak yang sama-sama duduk di kelas 4 bisa memiliki kemampuan yang berbeda. Satu anak mungkin masih belajar mengenali kosakata dasar, sedangkan anak lain sudah mampu membaca cerita pendek dan menjawab pertanyaan dalam Bahasa Inggris.
Karena itu, daftar materi berikut disusun berdasarkan perkembangan kemampuan, dari tahap dasar hingga tingkat lanjutan yang masih sesuai untuk usia SD. Orang tua, guru, dan tutor dapat menggunakannya sebagai panduan untuk memilih materi yang sesuai dengan kemampuan anak.
Tingkat Belajar Bahasa Inggris Anak SD
Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran di SD dibagi menjadi tiga fase. Fase A umumnya mencakup kelas 1–2, Fase B kelas 3–4, dan Fase C kelas 5–6.
Pada Fase A, pembelajaran lebih banyak berfokus pada kemampuan mendengarkan dan berbicara. Anak belajar memahami sapaan, memperkenalkan diri, mengenali benda melalui gambar, dan mengikuti instruksi sederhana.
Memasuki Fase B, anak mulai membaca dan menulis teks pendek tentang kehidupan sehari-hari. Pada Fase C, anak diharapkan mampu memahami gagasan utama, menemukan informasi dalam teks pendek, serta menyampaikan pengalaman melalui beberapa kalimat sederhana.
Pembagian tersebut sebaiknya digunakan sebagai panduan, bukan aturan mutlak. Materi perlu disesuaikan dengan kemampuan yang sudah dimiliki anak, bukan hanya berdasarkan umur atau kelasnya.
Materi Bahasa Inggris Tingkat Dasar
Materi tingkat dasar cocok untuk anak yang baru mulai belajar Bahasa Inggris atau masih berada pada tahap Pre-A1. Fokus utamanya adalah mengenali bunyi, memahami kata-kata yang sering digunakan, dan berani memberikan respons sederhana.
| No. | Materi | Target kemampuan anak |
|---|---|---|
| 1 | Alphabet and Letter Sounds | Mengenali huruf A–Z, menyebutkan nama huruf, dan mulai menghubungkan huruf dengan bunyinya. |
| 2 | Greetings and Leave-Taking | Menggunakan sapaan seperti hello, good morning, goodbye, dan see you. |
| 3 | Self-Introduction | Menyebutkan nama, usia, kelas, sekolah, atau tempat tinggal dengan kalimat sederhana. |
| 4 | Numbers | Mengenali dan menggunakan angka untuk menghitung benda, menyebutkan usia, atau membaca nomor. |
| 5 | Colors | Menyebutkan warna dan menggunakannya untuk mendeskripsikan benda. |
| 6 | Shapes | Mengenali bentuk seperti circle, square, triangle, dan rectangle. |
| 7 | Family Members | Mengenali kosakata anggota keluarga dan memperkenalkan keluarga secara sederhana. |
| 8 | Body Parts | Menyebutkan bagian tubuh dan mengikuti instruksi seperti touch your head. |
| 9 | Classroom Objects | Mengenali benda di kelas seperti book, pencil, chair, dan board. |
| 10 | Animals | Menyebutkan nama hewan dan karakteristik dasarnya. |
Pembelajaran alfabet sebaiknya tidak berhenti pada kegiatan menyanyikan lagu A–Z. Anak juga perlu mulai memahami bahwa cara penulisan dan pengucapan kata dalam Bahasa Inggris tidak selalu sama.
Sebagai contoh, anak dapat mendengarkan sebuah kata, memilih gambar yang sesuai, lalu mencoba mengucapkan atau mengejanya. Kegiatan seperti ini membantu anak melatih kemampuan mendengar, pengucapan, dan membaca dalam satu rangkaian latihan.
Kosakata dasar juga perlu digunakan dalam komunikasi. Saat mempelajari warna, misalnya, anak tidak cukup hanya menghafal red, blue, dan green. Ia juga dapat berlatih menjawab pertanyaan seperti “What color is it?” atau mengikuti instruksi seperti “Color the ball red.”
Materi Bahasa Inggris Tingkat Menengah
Setelah menguasai kosakata dasar, anak dapat mulai menggunakan Bahasa Inggris untuk menceritakan rutinitas, menyampaikan perasaan, meminta sesuatu, dan menjelaskan posisi benda.
| No. | Materi | Target kemampuan anak |
|---|---|---|
| 11 | Days and Months | Menyebutkan hari, bulan, tanggal ulang tahun, dan jadwal sederhana. |
| 12 | Telling Time | Membaca jam dan menjawab pertanyaan tentang waktu kegiatan. |
| 13 | Daily Activities | Menceritakan rutinitas seperti bangun tidur, belajar, makan, dan bermain. |
| 14 | Food and Drinks | Menyebutkan makanan dan minuman serta menyatakan kesukaan atau ketidaksukaan. |
| 15 | Things at Home | Mengenali benda dan ruangan yang ada di rumah. |
| 16 | Clothes | Menyebutkan jenis pakaian dan mendeskripsikan pakaian seseorang. |
| 17 | Feelings and Emotions | Mengungkapkan perasaan seperti happy, sad, tired, atau excited. |
| 18 | Hobbies and Interests | Menceritakan kegiatan yang disukai. |
| 19 | Abilities with Can and Can’t | Menyatakan kemampuan, misalnya “I can swim” atau “I can’t ride a bike.” |
| 20 | Prepositions and Locations | Menjelaskan posisi benda menggunakan in, on, under, next to, dan behind. |
Pada tahap ini, anak mulai membutuhkan kalimat, bukan hanya kata. Materi daily activities, misalnya, dapat digunakan untuk memperkenalkan pola sederhana seperti “I wake up at six” dan “I go to school in the morning.”
Grammar tetap perlu diajarkan, tetapi sebaiknya dikenalkan melalui konteks. Penggunaan can dapat dipelajari ketika anak membicarakan kemampuan, sedangkan in, on, dan under digunakan saat mencari atau menempatkan benda.
Materi tentang perasaan juga membantu anak berkomunikasi dengan lebih nyata. Selain menjawab “How are you?” dengan “I’m fine,” anak dapat belajar memilih jawaban yang lebih sesuai, seperti “I’m tired,” “I’m hungry,” atau “I’m excited.”
Materi Bahasa Inggris Tingkat Lanjutan untuk Anak SD
Tingkat lanjutan dalam konteks ini tidak berarti kemampuan Bahasa Inggris tingkat tinggi seperti yang dipelajari orang dewasa. Materinya tetap berkaitan dengan kehidupan anak, tetapi mulai membutuhkan kalimat yang lebih panjang, pemahaman teks, dan kemampuan menyampaikan gagasan.
| No. | Materi | Target kemampuan anak |
|---|---|---|
| 21 | Jobs and Occupations | Menyebutkan pekerjaan dan menjelaskan tugas sederhana seseorang. |
| 22 | Public Places | Mengenali tempat umum seperti rumah sakit, perpustakaan, pasar, dan kantor pos. |
| 23 | Transportation | Menjelaskan alat transportasi dan cara bepergian ke suatu tempat. |
| 24 | Asking and Giving Directions | Menanyakan dan memberikan petunjuk arah sederhana. |
| 25 | Shopping Expressions | Menanyakan harga, jumlah, atau barang yang ingin dibeli. |
| 26 | Describing People and Things | Mendeskripsikan penampilan, ukuran, warna, sifat, atau karakteristik benda. |
| 27 | Giving and Following Instructions | Memberikan dan mengikuti beberapa instruksi secara berurutan. |
| 28 | Question Words | Menggunakan what, who, where, when, why, dan how. |
| 29 | Talking About Past Events | Menceritakan kegiatan atau pengalaman yang sudah terjadi. |
| 30 | Short Reading and Writing | Membaca teks pendek dan menulis beberapa kalimat yang saling berhubungan. |
Materi mendeskripsikan benda dapat dimulai dari objek yang dekat dengan kehidupan anak. Anak bisa membawa mainan favorit, kemudian menjelaskan warna, ukuran, bentuk, atau kegunaannya.
Kemampuan memberikan instruksi dapat dilatih melalui permainan, kegiatan menggambar, atau proyek sederhana. Anak dapat mengikuti perintah seperti “Draw a circle,” “Color it blue,” dan “Put a star inside the circle.”
Untuk materi kejadian lampau, anak tidak perlu langsung menguasai seluruh pola simple past tense. Pembelajaran dapat dimulai dari ungkapan yang sering digunakan, seperti “Yesterday, I played football” atau “Last Sunday, I visited my grandmother.”
Grammar yang Perlu Dikenalkan kepada Anak SD
Grammar tetap menjadi bagian penting dalam pembelajaran, tetapi tidak harus diajarkan sebagai kumpulan rumus yang terpisah dari penggunaan bahasa sehari-hari.
Beberapa grammar dasar yang dapat diperkenalkan secara bertahap meliputi:
- Subject pronouns: I, you, he, she, it, we, dan they.
- To be: am, is, dan are.
- Kata benda tunggal dan jamak.
- Possessive adjectives: my, your, his, her, dan their.
- Have dan has.
- Can dan can’t.
- Preposisi tempat.
- Simple present tense untuk kebiasaan.
- Present continuous tense untuk kegiatan yang sedang berlangsung.
- Bentuk lampau sederhana untuk pengalaman yang sudah terjadi.
- Kalimat tanya menggunakan question words.
Pola-pola tersebut sebaiknya diperkenalkan saat anak membutuhkannya. Ketika belajar memperkenalkan diri, anak dapat menggunakan to be. Saat membahas keluarga, anak dapat mempelajari have dan has. Ketika membicarakan rutinitas, barulah simple present tense dikenalkan.
Dengan cara ini, grammar memiliki fungsi yang jelas dan lebih mudah dipahami daripada sekadar menghafalkan pola kalimat.
Jangan Hanya Mengandalkan Hafalan Kosakata
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap anak sudah menguasai suatu materi setelah mampu menghafalkan daftar kata.
Anak yang mengetahui sepuluh nama hewan belum tentu dapat mengenali kata-kata tersebut saat mendengarnya. Ia juga belum tentu mampu menggunakannya untuk menjawab pertanyaan atau mendeskripsikan gambar.
Satu materi sebaiknya dilatih melalui beberapa kemampuan sekaligus. Pada materi hewan, misalnya, kegiatan dapat mencakup:
- Mendengarkan nama hewan dan memilih gambar yang tepat.
- Menyebutkan nama hewan pada gambar.
- Menjawab pertanyaan “What is it?”
- Menjelaskan kemampuan hewan dengan pola “It can fly.”
- Membaca deskripsi pendek tentang hewan.
- Menulis dua atau tiga kalimat sederhana.
Pengulangan melalui lagu, cerita, permainan, dialog, dan aktivitas menggambar juga membantu anak memahami serta menggunakan bahasa dengan lebih alami.
Cara Menentukan Materi yang Tepat untuk Anak
Orang tua tidak harus menentukan kemampuan anak melalui tes grammar yang panjang. Kemampuan awal dapat dilihat melalui beberapa tugas sederhana.
Perhatikan apakah anak sudah mampu:
- Mengikuti instruksi singkat dalam Bahasa Inggris.
- Menjawab pertanyaan tentang nama, usia, atau kelasnya.
- Menyebutkan benda yang ada pada gambar.
- Memahami pertanyaan sederhana.
- Membaca beberapa kalimat pendek.
- Menulis kalimat tentang dirinya sendiri.
- Menceritakan kegiatan sehari-hari.
Jika anak masih kesulitan memahami instruksi atau hanya mampu menjawab dengan satu kata, materi dasar perlu diperkuat terlebih dahulu.
Jika anak sudah mampu menjawab pertanyaan sehari-hari dan membuat beberapa kalimat sederhana, ia dapat mulai mempelajari materi tingkat menengah atau lanjutan.
Pendekatan ini lebih akurat daripada langsung memilih materi berdasarkan kelas. Anak tidak harus mempelajari topik yang lebih sulit hanya karena sudah naik kelas jika kemampuan mendengar, berbicara, membaca, atau kosakatanya masih perlu diperkuat.
Cara Mengajarkan Materi agar Anak Tidak Cepat Bosan
Anak SD umumnya lebih mudah belajar melalui kegiatan singkat dan bervariasi. Satu sesi tidak harus diisi dengan penjelasan grammar atau latihan soal dari awal hingga akhir.
Kegiatan dapat berganti dari permainan gerak, lagu, cerita, latihan mendengar, dan dialog hingga aktivitas menggambar. Setelah melakukan kegiatan aktif, anak dapat diarahkan ke kegiatan yang lebih tenang, seperti membaca atau menulis.
Satu topik juga tidak perlu diselesaikan dalam satu kali pertemuan. Materi makanan, misalnya, dapat digunakan kembali dalam permainan tebak gambar, percakapan di restoran, cerita pendek, dan latihan menulis menu.
Pengulangan dalam bentuk yang berbeda membantu anak mengingat bahasa tanpa merasa mengerjakan latihan yang sama terus-menerus.
Kapan Anak Membutuhkan Pendampingan Tutor?
Pendampingan tutor dapat membantu ketika anak memahami materi tertulis, tetapi masih takut berbicara, kurang percaya diri dengan pengucapannya, atau membutuhkan materi yang berbeda dari pelajaran sekolah.
Dalam pembelajaran privat, tutor dapat menyesuaikan materi dengan kemampuan dan tujuan anak. Anak yang sudah memiliki banyak kosakata tetapi jarang berbicara dapat diberi lebih banyak latihan percakapan. Anak yang kesulitan membaca dapat lebih dahulu memperkuat pemahaman bunyi huruf, pengucapan, dan pola ejaan.
EnglishWithStu menyediakan pembelajaran Bahasa Inggris yang disesuaikan dengan kebutuhan anak Indonesia, baik secara online maupun offline di Surabaya. Pembelajaran didampingi langsung oleh Stu, tutor penutur asli dari Inggris yang memiliki kualifikasi CELTA dan pengalaman mengajar di Indonesia.
Pembelajaran berfokus pada kemampuan anak untuk memahami instruksi, mendengarkan dengan lebih baik, memperbaiki pengucapan, dan menggunakan Bahasa Inggris dengan lebih percaya diri, bukan sekadar menyelesaikan daftar materi.
Kesimpulan
Materi Bahasa Inggris anak SD perlu disusun dari kemampuan yang paling sederhana menuju komunikasi yang lebih lengkap. Anak dapat memulai dari alfabet, sapaan, angka, warna, dan benda di sekitarnya, lalu berkembang ke materi tentang rutinitas, perasaan, kemampuan, deskripsi, instruksi, membaca, dan menceritakan pengalaman.
Daftar materi tersebut tidak harus diikuti secara kaku berdasarkan kelas. Pilihan yang lebih tepat adalah memulai dari kemampuan yang sudah dimiliki anak, memperkuat bagian yang masih lemah, lalu menaikkan tingkat kesulitannya secara bertahap.
Tujuan akhirnya bukan sekadar menyelesaikan lebih dari 25 topik, melainkan membantu anak memahami dan menggunakan Bahasa Inggris dalam situasi nyata dengan nyaman dan percaya diri.
Referensi
- Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru SD Mengajar Bahasa Inggris
- Capaian Pembelajaran Bahasa Inggris Fase A
- Panduan Mata Pelajaran Bahasa Inggris 2025
- Cambridge English Activities for Children: Pre-A1 Level
- Cambridge English Pre A1 Starters Exam Format
- Council of Europe CEFR Descriptors
- British Council: Kids and Learning

